Kawasan pesisir utara pulau Jawa yang kaya akan potensi tangkapan laut terus membenahi fasilitas sarana pendaratan kapal nelayan demi menjaga mutu kebersihan produk hasil laut. Dalam menaikkan pendapatan masyarakat nelayan, pembenahan tempat pengolahan TPI atau tempat pelelangan ikan difokuskan pada perbaikan kebersihan lantai lelang, penyediaan pasokan air bersih bertekanan tinggi, serta instalasi mesin pembuat es batu otomatis di komplek pelabuhan nelayan. Pembenahan sanitasi ini penting dilakukan agar ikan hasil tangkapan nelayan tidak cepat membusuk dan memiliki nilai jual yang tinggi saat dilelang.
Sistem pelelangan ikan kini bertransisi menggunakan platform pencatatan digital secara transparan yang menampilkan data berat tangkapan, jenis ikan, dan harga lelang awal pada layar monitor besar di ruang lelang. Para pembeli ikan dan agen pedagang besar dapat melakukan penawaran harga secara cepat dan jujur tanpa ada permainan harga oleh oknum perantara lelang. Hasil penjualan ikan langsung ditransfer ke rekening bank milik nelayan pada hari yang sama, sehingga keamanan transaksi keuangan nelayan menjadi sangat terjamin.
Selain pembenahan area lelang ikan segar, pemerintah daerah juga mendirikan komplek pengolahan produk ikan asin, bakso ikan, dan terasi udang modern yang dikelola oleh koperasi ibu-ibu nelayan. Fasilitas alat pengering ikan bertenaga surya kedap lalat disiapkan untuk menggantikan metode penjemuran pinggir jalan yang kurang higienis. Produk olahan makanan laut buatan koperasi nelayan ini kini telah mengantongi sertifikat halal dan izin edar resmi dari dinas kesehatan.
Dampak dari modernisasi fasilitas pendaratan dan lelang ikan ini sangat dirasakan oleh ribuan nelayan yang mencatatkan kenaikan pendapatan bersih rata-rata hingga tiga puluh persen. Pengoptimalan fungsi pengolahan TPI secara bersih dan profesional terbukti berhasil memotong rantai pasok yang tidak efisien serta meningkatkan daya saing produk perikanan daerah di pasar perkotaan. Kesejahteraan keluarga pemukiman pesisir mengalami peningkatan yang sangat nyata.
Ke depan, pembangunan fasilitas gudang pendingin beku berkapasitas ratusan ton akan diselesaikan di komplek pelabuhan guna menampung kelebihan pasokan ikan saat musim panen raya raya. Pelatihan pengolahan limbah tulang dan kepala ikan menjadi tepung pakan ternak akan terus diberikan demi mewujudkan industri kelautan tanpa limbah. Keberhasilan peningkatan mutu pengolahan TPI ini diproyeksikan bakal menjadikan daerah ini sebagai pusat pasokan produk perikanan laut utama di pulau Jawa.
