Sebagai lumbung pangan utama penghasil beras nasional, Kabupaten Indramayu di Jawa Barat mengambil langkah ekstra dalam mengamankan aluran air irigasi menuju jutaan hektar persawahan warga. Pelaksanaan pengamanan saluran irigasi dilakukan secara ketat oleh petugas pengairan daerah bersama jajaran aparat TNI-Polri dengan mempatroli sepanjang tanggul sungai dan pintu air utama. Petugas memastikan tidak ada praktik pencurian air atau pembendungan ilegal yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di sepanjang jalur pengaliran air irigasi.
Pembagian giliran air irigasi gilir giring diatur secara transparan dan disiplin tinggi sesuai dengan jadwal rotasi tanam padi yang telah ditetapkan oleh dinas pertanian. Melalui pengamanan saluran irigasi yang konsisten ini, pasokan air dari Waduk Jatigede dan Rentang dapat sampai hingga ke persawahan terujung di kawasan pesisir Indramayu. Petani yang berada di area hilir saluran irigasi kini mendapatkan hak pasokan air yang adil untuk menyirami tanaman padi mereka yang mulai memasuki masa pembuahan.
Pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang sengaja merusak pintu air atau merusak dinding tanggul irigasi demi kepentingan pribadi. Keberhasilan pengamanan saluran irigasi persawahan ini berhasil menyelamatkan ribuan hektar tanaman padi Indramayu dari ancaman kekeringan dan gagal panen pada puncak musim kemarau tahun ini. Produktivitas panen beras Indramayu diproyeksikan tetap menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kualitas bulir padi yang sangat memuaskan.
Para petani padi di Indramayu menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kesigapan aparat dan petugas pengairan dalam menjaga keamanan alur air menuju sawah mereka. Kepastian pasokan air irigasi yang mengalir lancar membuat para petani dapat berproduksi dengan tenang tanpa rasa khawatir akan konflik perebutan air antar sesama warga desa. Suasana kekeluargaan dan kekompakan antar kelompok tani di Indramayu terjaga sangat harmonis di bawah pengawalan dinas terkait.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk terus merehabilitasi jaringan saluran irigasi primer dan sekunder secara permanen serta memodernisasi pintu air berbasis kendali digital. Penguatan ketahanan pangan nasional akan terus menjadi fokus utama pembangunan daerah Indramayu secara berkelanjutan. Indramayu siap membuktikan posisinya sebagai lumbung beras Indonesia yang paling tangguh, mandiri, dan sukses mengamankan produksi pangan nasional dari ancaman krisis iklim.
