Kelangkaan Solar Subsidi Dikeluhkan Nelayan Tradisional Indramayu

Kesulitan besar kembali menghantam kelangsungan usaha para pekerja sektor perikanan tangkap skala kecil di wilayah pesisir Jawa Barat. Fenomena solar subsidi yang mendadak sangat langka di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar nelayan dikeluhkan para nelayan Indramayu. Ratusan armada perahu motor nelayan terpaksa bersandar mangkrak di sepanjang muara sungai karena tidak mendapatkan pasokan bahan bakar untuk melaut. Kondisi ini melumpuhkan perekonomian keluarga nelayan yang sangat bergantung pada hasil tangkapan ikan harian untuk menghidupi keluarga.

Kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi ini ditengarai akibat adanya keterlambatan pengiriman pasokan dari pihak distributor utama Pertamina ke pos pengisian. Selain itu, adanya dugaan praktik perembesan atau penyalahgunaan alokasi bahan bakar subsidi oleh oknum tidak bertanggung jawab semakin memperparah keadaan. Para nelayan tradisional harus mengantre hingga belasan jam di dermaga pengisian, namun sering kali pulang dengan tangan hampa karena kuota bahan bakar habis. Warga nelayan merasa sangat kecewa karena alokasi bahan bakar murah yang menjadi hak mereka sangat sulit didapatkan.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia cabang Indramayu mendesak dinas kelautan dan pihak Pertamina untuk segera menambah kuota ketersediaan bahan bakar di dermaga. Penertiban terhadap proses distribusi bahan bakar minyak jenis solar subsidi harus ditingkatkan secara ketat guna mencegah terjadinya kebocoran ke sektor industri besar. Pembelian bahan bakar oleh nelayan kecil harus dipermudah cukup dengan menunjukkan surat rekomendasi resmi dari dinas perikanan tanpa prosedur berbelit. Kelancaran pasokan bahan bakar sangat vital untuk menjaga ketersediaan pasokan ikan nasional.

Pihak Pertamina menyatakan akan segera menambah pasokan alokasi bahan bakar darurat ke seluruh stasiun pengisian khusus nelayan di wilayah Indramayu. Langkah pengawasan bersama kepolisian daerah juga akan ditingkatkan guna memastikan penyerapan bahan bakar bersubsidi tepat sasaran kepada para nelayan kecil. Oknum stasiun pengisian atau spekulan yang terbukti melakukan penimbunan atau menjual bahan bakar subsidi ke pihak industri terancam sanksi tegas hingga pencabutan izin. Transparansi kuota bahan bakar akan dibuka secara umum di setiap dermaga.

Para nelayan berharap pasokan bahan bakar minyak dapat kembali normal dalam waktu dekat agar mereka dapat kembali melaut mencari nafkah. Kepastian ketersediaan bahan bakar murah bagi nelayan kecil sangat menentukan tingkat kesejahteraan dan keberlanjutan usaha perikanan rakyat. Masalah krisis pasokan solar subsidi ini diharapkan mendapat perhatian serius dan penanganan permanen dari pemerintah pusat. Perlindungan terhadap nelayan tradisional merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memajukan sektor maritim nasional.