Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia memberikan arahan tegas kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk memprioritaskan kelancaran operasional penyeberangan ferry yang menghubungkan Jawa dan Bali. Arahan ini disampaikan mengingat vitalnya jalur penyeberangan ini bagi mobilitas masyarakat, logistik, dan pariwisata, terutama menjelang musim liburan dan hari besar keagamaan, di mana volume kendaraan dan penumpang diprediksi akan melonjak signifikan.
Menhub menekankan bahwa kelancaran arus penyeberangan antara Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Pelabuhan Gilimanuk (Bali) merupakan kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat di kedua pulau. Potensi kepadatan penumpang dan kendaraan harus diantisipasi dengan manajemen operasional yang efektif, termasuk penambahan armada kapal jika diperlukan, pengaturan jadwal keberangkatan yang optimal dan fleksibel, serta peningkatan kualitas pelayanan di pelabuhan, termasuk fasilitas istirahat yang memadai.
Selain itu, Menhub juga meminta ASDP untuk memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan, termasuk dermaga, area parkir yang luas, dan fasilitas pendukung lainnya seperti toilet bersih dan ruang tunggu yang nyaman. Pemeliharaan rutin harus dilakukan secara berkala untuk menghindari kendala teknis yang dapat menyebabkan keterlambatan atau gangguan operasional yang merugikan pengguna jasa. Penerapan teknologi informasi terkini dalam sistem tiket elektronik dan informasi jadwal keberangkatan secara real-time juga dinilai penting untuk memberikan kemudahan dan transparansi kepada pengguna jasa ferry.
Koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait, seperti Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD), kepolisian sektor pelabuhan, dan pemerintah daerah setempat, juga menjadi perhatian utama Menhub. Sinergi antarinstansi diharapkan dapat menciptakan kelancaran dan keamanan selama proses penyeberangan, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar pelabuhan. Sosialisasi informasi yang masif kepada masyarakat mengenai jadwal, tarif terbaru, dan tips perjalanan ferry yang aman dan nyaman juga dianggap penting agar pengguna jasa dapat melakukan persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan.
Dengan menjadikan kelancaran ferry Jawa-Bali sebagai prioritas utama, diharapkan tidak terjadi lagi penumpukan kendaraan yang signifikan dan waktu tunggu yang terlalu lama, terutama pada periode-periode sibuk seperti libur panjang dan hari raya. Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan transportasi publik yang prima, aman, dan efisien, serta mendukung konektivitas antar wilayah di Indonesia.
